Sunny Tanuwidjaja Kembali Dipanggil KPK Soal Suap Raperda Reklamasi

Penyidik KPK kembali memanggil Sunny Tanuwidjaja terkait kasus suap di balik pembahasan 2 rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai reklamasi di Pantai Jakarta Utara. Sunny bakal diperiksa untuk tersangka M Sanusi.

Sunny yang disebut sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu memenuhi panggilan KPK. Namun Sunny tampak bergegas. “(Diperiksa untuk) Sanusi hari ini. Melengkapi yang sebelumnya,” kata Sunny di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2016).

Sunny tak menjawab sejumlah pertanyaan wartawan terkait adanya aliran uang dari perusahaan pengembang reklamasi. Salah satunya tentang isu yang dilempar oleh anggota Komisi III DPR Junimart Girsang saat bertemu pimpinan KPK, Rabu kemarin.

Penyidik KPK memang tengah menggali tentang aliran duit dari perusahaan pengembang kepada sejumlah pihak termasuk para anggota DPRD DKI selain M Sanusi. Dugaan itu terus ditelusuri termasuk melalui pemeriksaan-pemeriksaan atau pengujian barang bukti.

sunny ahok

“Kemungkinannya (dugaan aliran dana selain ke M Sanusi) masih ditelusuri dari pemeriksaan-pemeriksaan tapi kita belum firm apakah ada penerimaan-penerimaan lain itu,” kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati beberapa waktu lalu.

Kasus itu masih menjerat 3 orang tersangka yaitu M Sanusi, Ariesman Widjaja, dan Trinanda Prihantoro. Untuk Ariesman dan Trinanda, penyidik bahkan telah merampungkan berkasnya dan segera dilimpahkan ke persidangan.

Dalam perkembangan penyidikan kasus tersebut, penyidik KPK juga mengusut tentang pertemuan antara pihak pengembang yaitu Sugiyanto Kusuma alias Aguan dengan para anggota DPRD DKI. Dalam pertemuan itu, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi hingga Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik disebut turut hadir di kediaman Aguan.

Penyidik KPK menduga pertemuan itu berkaitan dengan pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinai Jakarta dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Pembahasan dua raperda itu lah yang kemudian memunculkan suap antara Ariesman dengan M Sanusi yang berhasil diungkap KPK.

sumber : detik

Related Posts

About The Author

Add Comment