Pelaku Pelecehan Alquran Tulungagung di Ringkus

Enam remaja terduga penistaan agama (menginjak Alquran) melalui media jejaring sosial facebook yang memicu kegaduhan umat muslim di daerah tersebut akhirnya ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Jawa Timur.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Andria D Putra di Tulungagung, Sabtu, Kasus penistaan agama ini terungkap setelah ada pengaduan dari masyarakat yang tidak terima dengan ulah salah satu pelaku sebagaimana ter-posting dalam akun facebook dengan nama ‘Midut Khecill’.

Pemilik akun Midut Khecill yg berinisial F ditangkap tim buru sergap Polres Tulungagung di rumahnya di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki sekitar pukul 13.00 WIB.  F adalah remaja putus sekolah usia 15 tahun diduga sebagai pelaku penistaan agama (duduk sambil menginjak dan meniduri alquran). F Juga yang meng-upload photo tersebut ke akunnya facebooknya.

Polisi akhirnya mendapatkan lima nama remaja di bawah umur lain yang dicatut F sebagai orang yang terlibat dalam foto yang menggambarkan posisi F duduk sambil menginjak dan meniduri kitab suci Alquran. “Pelaku yang menginjak dan meniduri kitab suci milik salah satu agama di Indonesia itu adalah F, sedangkan lainnya sebagai pengambil gambar (memfoto) serta menyaksikan seluruh adegan kejadian,” katanya.

Setidaknya dua dari keenam remaja pelaku penistaan agama itu statusnya akan dinaikkan dari saksi menjadi tersangka. Sementara lainnya menunggu hasil dan perkembangan penyidikan, tambah andria.

“Pelaku utama penistaan agama yang menginjak dan meniduri kitab suci itu serta pengambil foto menjadi tersangka. Lainnya bergantung hasil penyidikan,” ujarnya.

Andria mengungkapkan, munculnya gambar yang berbau penistaan agama Islam itu sempat mengundang reaksi keras umat muslim setempat. Sejumlah warga langsung melapor ke kepolisian begitu gambar yang diunggah akun Midut Khecill dengan judul caption ‘edisi mbledoZ’ tersebar di media sosial facebook dan menjadi viral.

“Barang bukti dua kitab suci Alquran sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Untuk motifnya apa, sementara masih didalami,” kata Andria seperti diberitakan Antara.

Related Posts

About The Author

Add Comment