TOP Berita Nets Sampang : Korban pengeroyokan secara rame-rame, lalu alat sensitifnya di bumbui cabe dengan tuduhan sebagai pelakor, kini telah memasuki ranah hukum dan resmi melaporkan enam orang yang yang diduga terlibat atau berada di lokasi.
Kuasa hukum korban, Achmad Bahri, mengungkapkan kalau kasus ini sungguh diluar rasa kemanusiaan dan sudah viral di publik, bahkan menjadi atensi yang seharusnya ke enam para pelaku bisa segera ditangkap, Ada peran para pelaku yang masing-masing terungkap jelas dalam video , ada peran pelaku sebelum terjadi rekaman kamera," kata Bahri kepada Minggu (16/8/2026)
Baca juga: Presiden Jokowi Menjadi Penerima Pertama Vaksin Covid-19 Sinovac
Bahri menyebutkan peran pelaku utama berinisial H (29) disebut mengajak korban (rujakan) di rumah. Ia lantas mengintrogasi korban soal hubungan korban dengan. Sedangkan sepupunya yang merekam. Lalu ibu H yang melumuri bubuk cabai
Trauma korban dikeroyok hingga Kemaluan dilumur Bubuk Cabai yang nampak dominan dalam video itu peran ibu terduga pelaku H berinisial S (47) berkaus biru menarik celana dalam korban dan melumuri wajah dan kemaluan korban dengan bubuk cabai," jelasnya.
Selain itu, lanjut ia, ada dua orang lainya di lokasi namun hanya melihat korban dianiaya tanpa berusaha menghalangi. Keduanya juga turut dipolisikan.
"Menurut klien kami saat kejadian itu di lokasi awalnya hanya ada enam orang itu. Empat orang aktif membantu (penganiayaan) yang dua hanya diam," tandasnya.
Sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial Rabu (12/8/2026).
Dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, sementara seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lain memegangi tangan korban.
Pengeroyok Ternyata oknum Bidan dan Keluarganya," korban yang dituding sebagai pelakor terdengar meminta agar pengeroyokan dihentikan dan mengaku meminta maaf.
"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, dilihat detikJatim, Rabu (12/8/2026).
Perempuan lain dalam video tersebut kemudian menyinggung status suami dan anak yang dimiliki pria yang diduga menjalin hubungan dengan korban.
"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan."( Cs)
Editor : Redaksi